Sabtu, 27 Januari 2018

Sem Nawipa: Minta Wadah IPPMMAPI Se-Jayapura Tekad Bersatu



Dock :Pribadi Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Masyarakat Piyayita (IPPMMAPI) Se-Jayapura/Foto: admin KCCM.

Jayapura, (KCCM)—Pimpinan Mahasiswa Piyayita Distrik Sirio, Baya Biru, Bogobaida, Youtadi Minta Seluruh Mahasiswa/i yang ada di Jayapura tekad bersatu dalam kekeluargaan dalam wadah Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i Masyarakat Piyayita (IPPMMAPI) Se-Jayapura,”Mintanya. 

“Guna mewujubkan impian dan harapan anak negeri piyayita yang mampu untuk mempersaing daerah bangsa negara lain secara intelektualitas kita,”Harapnya Sem Nawipa Ketua IPPMMAPI Jayapura. 

Sem Nawipa mengatakan, wadah IPPMMAPI ini merupakan bukan sebuah wacana melukiskan wajah seorang tetapi wadah ini merupakan salah satu cara untuk membentuk karakterk seseorang yang pandai, bijaksana dalam belajar. 

“Karena IPPMMAPI adalah wadah untuk pembelajaran dan pengkaderan anak-anak putra piyayita yang sementara sedang tekun di pendidikan jayapura,”Jelaskanya Nawipa pada KCCM Sekretarit IPPMMAPI Jayapura. (27/01/18)

Selain itu, Derek Bunai berkata bahwa pembangunan Aula IPPMMAPI yang sedang rencanakan untuk bangun itu soal tukan jangan di ragukan,”Katanya Anggota IPPMMAPI dan juga Tukan pembangunan Aula. 

Tambahnya, Bunai itu juga, minta kepada Seluruh anggota IPPMMAPI mari bersatu untuk mengupayakan bahan material maupun moril untuk menyukseskan dalam kegiatan tersebut,”Tutupnya.
(Pewatarta: Maii Muyapa)

Ini Esensi IPPMMAPI Se-Jayapura


Usai perkenalan Anggota baru dan Lama Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i Masyarakat Piyayita (IPPMMAPI) Se-Jayapura. tahun angkatan 2014  di pantai Hamadi Jayapura/Foto; Maii Muyapa
(Coba-Coba Menulis/ CCM)—Dilihat dengan perkembangan era globalisasi yang tak berhenti-henti, semakin hari semakin meningkat baik itu dalam segala Aspek.  Maka, esensi dalam dinamika yang sedang bergulir oleh generasi  Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i dan Masyarakat Piyayita (IPPMMAPI) Se-Jayapura,  Ini merupakan salah satu faktor untuk memenuhui kebutuhan dalam era globalisasi atas dasar kata “Orang papua tidak hanya untuk berbicara tetapi bekerja untuk  menjadi Tuan di Negerinya”.

Eksistensi wadah IPPMMAPI Se-Jayapura  merupakan wadah yang berdiri sebagai independensial, bermotori oleh Kaum Mahasiswa asal piyayita paniai yang sedang berada di kota study Jayapura untuk mengunjang kualitas dan kebobotan dalam berorganisasi yang martabat dan wawasan yang nasionalisme.

Tantangan besar yang telah alami oleh Masyarakat dan Mahasiswa Piyayita adalah Geografisnya. Karena geografis piyayita lebih jauh dari perkotaan sehingga yang di sebut dengan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Komunikasi (IPTEK) telah terjangkau dari segala aspek kemajuan demi keluarga, daerah, suku, dan  bangsa papua.  Salah satunya adalah Pendidikan.

Maka itu, Kini saatnya Orang piyayita berkobar dan berkarya dalam bentuk apapun yang musti kita menerapkan pada dunia organisasi terutamanya adalah organisasi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Masyarakat Piyayita (IPPMMAPI) Se-Jayapura.

Mengutip pernyataan oleh Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i dan Masyarkaat Piyayita (IPPMMAPI) Se-Jayapura Sem Nawipa mengatakan “Saatnya Generasi Emas lembah piyayita yang sedang mentekuni ilmu pengetahuan di kota study Jayapura bakan alumi, intelektual dapat berklaborasikan dalam membangun pembangunan Sekretariat IPPMMAPI Piyayita dengan lancar dan tertip dalam kompak untuk bekerja dimaksud yang telah panpar pada Motto kita Yaitu “Bersatu Untuk Bekerja”.

“Ujurkan Sem Nawipa saat Rapat di Sekretariat IPPMMAPI  Jayapura (27/01/18). “Perlu pahami dan apa itu seseorang  siap menjadi mandiri dan Maju dalam impian kita. Sebagai Syarat adalah sbb:

1.      IPPMMAPI Se-Jayapura siap bangun lagi Aula
2.      IPPMMAPI Se-Jayapura siap “Belajar untuk mengejar impian masa depan.
3.      IPPMMAPI Se-Jayapura siap akan mencetak pembangun Sumber Daya Manusia menjadi Konpetetif dan berkualitas.
4.      IPPMMAPI Se-Jayapura telah menatakan Admintrasi organisasi secara martabat dan intelektual.
5.      IPPMMAPI Se-Jayapura siap akan mengiventarisasi semua  aset yang ada di wadah IPPMMAPI.

Sekretaris Pimpinan Rapat, Hoses Yumai mengatakan  bahwa Kita mengajak kita atau diri mengajak diri lalu mengajak orang lain untuk membangun sekretariat ini hingga sukseskan,”Katanya.

Tambahnya, Ia  sarankan pada anggota rapat, Kita yang hadir dalam rapat ini kita telah sukses. Karena kita telah mengetahui agenda rapat ini dari awal hingga usainya. Dan    “Dimana ada gula disitu ada semut ibaratnya ada organisasi disitu ada ilmu pengetahuan,”Pungkiri Yumai.  (.......)

(Pewarta : Maii Muyapa)

Rabu, 24 Januari 2018

STIKOM Muhammadiya: “Pendidikan untuk Perbaikan Kualitas Bangsa



Foto Dock: Pribadi Maii Muyapa/KM
Oleh: Yosafat Maii Muyapa


Selamat  Siang!

Kampus biru STIKOM Muhamadiya Jayapura yang profesional. Konkrit Semboyang tak ubah-ubah 20 abad lalu hingga pada kini.  STIKOM Muhamadiyah  Jayapura telah mengetok hati dan merajalelah diatas dunia lebih khususnya di papua bahwa “Jangan Sekali-kali Bimbang dan ragu-ragu tapi datanglah pada-Nya Semua yang lebih berbeban hati Aku akan memberikan bekal hidup  untuk-Mu dan menjunjung tinggi nilai-nilai Ahklak mulih dan bertaqwa kepada Allah.

Muhammadiyah pun telah ukir beragam impian  tergores tiap langka lembaran hayat  kita begitu sempurna dan  melebar luas makna dan visi Muhammadiyah konteks Pendidikan.   

Sebab, Perbaikan kualitas bangsa harus ditempuh dan terutama melalui pendidikan. Pendidikan itu proses yang panjang.  Yang  tak henti-hentinya untuk mencapai satu tujuan dan terbuka untuk menerima ide-ide dan konsep-konsep baru.



Itu makna pendidikan, sehingga suatu saat hasil dari pendidikan itulah yang akan menumbuhkan budaya baru dengan manusia yang cerdas bakan memiliki intelegensi secara nasionalisme dan universal.




Seketika. Manusia itu cerdas atau berkualitas dalam bidang yang telah di tekuni maka ia mempunyai kebijakan dan kebajikan dalam jiwanya. Setelah itu dia mampu menguasai sains dan teknologi. Budaya baru itulah yang menjadi kontra budaya yang kemudian masuk ke dalam tatanan menjadi masyarakat (budaya) alternatif yang akan dipilih oleh bangsa ini.

   Pepatah kata Kuno mengatakan “Banyak Jalan menuju ke roma tetapi hanya satu jalan menuju ke surga. Semuanya melalui pendidikan yang tertata rapi: pendidikan yang mampu mencerdaskan, mampu menumbuhkan jiwa yang bijak dan bijak, dan menguasai sains dan teknologi. Itulah nanti yang akan mengubah bangsa Indonesia menjadi Indonesia baru.

Hal ini tampaknya akan menjadi ”momok” bagi pendidikan di Indonesia. Belum lagi persoalan kekurangan tenaga pendidik profesional.  Masalah  sarana pendidikan yang tidak memadai muncul, dan menyusul persoalan mahalnya biaya pendidikan. Batin telah patah di Jalan raya torotoal kamkey tanah hitam Komplek Kampus Biru.

Kita masih merasa sebagai bangsa yang tertinggal dalam berbagai hal dibandingkan dengan bangsa lain. Oleh karena itu satu-satunya jalan untuk mencerdaskan bangsa adalah dengan meningkatkan pendidikan demi untuk menjadikan bangsa yang cerdas melalui sistem pendidikan nasional yang menyeluruh dan terencana.


 Namun untuk menuju ke arah itu, jalan yang ditempuh sangat panjang dan berliku karena persoalan pendidikan sangat terkait dengan faktor lain, termasuk masalah ekonomi, keamanan dan masalah sosial lainnya.


Para guru pun diharapkan mulai mengubah cara belajar kepada siswa. Para guru pun tidak boleh lagi memberikan tekanan kepada siswa seperti pelajaran menghafal dan memberikan soal pilihan ganda (multiple choice) karena bisa berdampak pada pembentukan
karakter kepribadian dalam upaya belajarnya.


Peran pendidikan, sebagai sarana pemberdayaan, harus secara sadar menyiapkan peserta didik dalam kehidupan masyarakat baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Pemberdayaan hanya mempunyai makna jika proses pemberdayaan menjadi bagian dan fungsi dari kebudayaan.


Oleh karena itu, pendidikan harus menumbuhkan jiwa independensi, menggerakkan pernyataan diri dan para pendidik mengajar siswa untuk hidup dalam harmoni dengan menghargai adanya perbedaan tanpa etnis identitas agama dll.

Ke depannya, sistem pendidikan harus berubah dari instruksional menjadi motivasional berprestasi, berkreasi, dan berbudi pekerti
untuk wujubkan sebuah harapan bangsa dan inpelementasi secara Muhammadiyah yang begitu unggul, trampil dan berbobot.

Dan salah satu bidang adalah jurnalistik. Di papua dibalik penderitaan dan tangisian air mata. Maka untuk ungkap atas kenyataan diatas tanah leluhur ini ketika wartakan benar-benar inventigasi atas konflik dan melebar luaskan di dunia dengan tindakan separatisnya.

Aku bangga? STIKOM Muhammadiyah karena adanya jurnalistik.

Penulis: Mahasiswa STIKOM Muhammadiyah

Senin, 22 Januari 2018

Andaikan Aku Unggas

Burung pipit: Pemotret Maii Muyapa

Oleh: Maii Muyapa 

Pada umumnya ciri khas bangsa Unggas adalah dua kaki, berbuluh, berparuh, dan memiliki sayap kiri kanan dan organ lain sebagainya. Tetapi, dalam literasi ini penulis di angkat sebagai hakekat adalah sayap Nuri dan Kaki kasuari. 

Maka itu, identifikasi Sayap dan kaki. Sekhas bangsa Unggas mempunyai kaki dan sayap tanpa terkecuali. Walaupun itu,  tetapi selain burung Kasuri memiliki kekuatan terletak pada sayap dan burung kasuari ada pula di kaki.

Kami tidak menjelaskan ciri khas burung kasuari secara selengkap  namun tetapi disini penulis berkata  bahwa “Burung Kasuari memiliki sayap tapi kekuatan besar ada di kaki. Dan karena kaki ia mampu melakukan aktivitas untuk mendapatkan nafka hidup sehari-harinya.  
    
Dan burung Nuri dan sejenis burung lainnya mempunyai kaki tetapi sumber potensi hidup memang sudah ada di sayap. Dan sayap merupakan organ utama dalam gunakan melanjutkan upaya mencukupi kebutuhan sehari-harian. 

“Karena, Sayap dan Kaki bisa mendapatkan kebutuhan nafka hayat hidupnya atau  sayaplah yang bisa terbang untuk mencari makanan dan keamanan diri dalam berhadapannya  ancaman.   

Sekilas kebiasan burung ini sebagai mencontohkan pada manusia. Dan manusia dapat memahami dan berpatokan kedalam budaya kehidupannya burung yang mempunyai potensi agresif  untuk menyelamatkan diri dan memperjuangkan mencukupi kebutuhan sehari-harian hidup. 

Maka itu, jika aku mempunyai sayap  maka terbangkan dari area ancaman hidup beringgap ke tempat yang aman dan damai. Agar tantangan hidup sepela membuat diri menjadi tergoda mengejar impian harapan masa depan yang lebih baik. 

Asalkan juga kakiku menjadi kaki burung kasuari. Adanya fisik gagah tak menoleh kebelakang  tapi melangka dan langkan seribu langka kedepan  untuk menunjang harapan masa depan yang  sukses.  

Gerak gerik gaya burung adalah salah satu faktor utama untuk mencontohkan pada seseorang bagimana menghadapi tantang. Agar manusia jerumus  dalam malapetaka hidup.  Mengalami masalah bukan hal baru. Namun  itu, wajar yang memberikan kekuatan seorang untuk  kuat. 

Jangan sekalipun biarkan masalah hidup tanpa mengatasinya tapi ketika mengalami konflik hidup sehingga manusia perlunya  mengatasinya. Sebab, ada masalah ada juga solusinya.  

Sekretariat IPPMMAPI Jayapura, 19 Januari 2017
Penulis: Yosafat Maii Muyapa  


Minggu, 20 Agustus 2017

Jadilah Pemain Di Negerinya



Saat turung  kerja di lapangan  bersama orang tuaku. untuk Kerja fisik, angkat pagar keliling kampung. foto Dock/KM
Oleh: Maii Muyapa

Benarkha! Selalu terjadi pada area pertaruan pertandingan dalam kedua regu, sedang berlangsunkan disitu musti terjadi bahwa “Penonton lebih pintar dari pada pemain”. Sebetulnya adalah pemain mereka main sesuai dengan kemampuan mereka itu sendiri.

Makaitu, jadilah pribadi yang gagah dalam pemain. Karena, ada dasar katanya yang menyatakan mencoba lalu gagal itu luar biasa. Tapi gagal mencoba adalah tolol, dan intimidasi.

Sangat bangga dan selalu menyukai melihat dalam prestasian orang lain atau menonton kelebihan orang sukses. Tetapi, kelebihan dan prestasi yang dimiliki dan diraih dalam kompetensi tertentu oleh pribadinya kurang percaya. Berarti, ternyata kurang percaya diri. Seolah-olahnya pribadi kita belum mempunyai akal budi atau kemampuannya.

Oleh sebab itu, percaya diri lebih duluh dengan apa yang anda miliki baik itu kelebihan, kemampuan dan bakatnya sebelum orang lain mempercayai anda. Maka wibawa dan harga diri menjadi terjual pada sesame manusia.

Kita turung lapangan merebut kekuasaan ketidak netralitas menjadi netralkan dan saya kerja dan saya berkarya diatas negerinya itu bukan karena nepotisme dan egoism tetapi saya kerja bukan karena wibawa dan harga diri keluarga tetapi saya kerja karena  demi perubahan daerah, dan demi kepentingan bersama sesame manusia. 

Pelaku menjadi bergosip kekurang dan ketidakmampuan orang lain. Tetapi, yang telah melekat pada diri pribadi dari kekurangan dan kelemahan telah di abaikan atau menutupi diri. Maka, karakter seperti itu adalah belum tahu tapi pura-pura pintar, sama persis dengan pepatah kata Kuno “tong Kosong Bunyi nyaring. 

Simpulkan dengan topic diatas bahwa muda-mudi papua kita bukan penonton kepada pemain mudi-mudi pendatang itu. Tetapi mari kita sebagai Tuan tanah leluhur negerinya maka harus berkarya diatas Negerinya sendiri dengan ijinkan kearifan kita. 

Jikalau kita ciptakan budaya penonton, Dia bilang kebebasan. Lalu kebebasan itu kapan akan hadir kalau anak putra negerinya lipat tangan dan diam.

Jadi dengan landasan optimis kekuatan mahasiswa bersama kearifan Tuhan berkolar kreatif dalam segala aspek agar anak papua di pandang oleh pihak lain mereka orang papua juga hebat dan mampu membebaskan negerinya sendiri melalui karya-karya kita.

Salom Revolusi