Jumat, 24 Februari 2017

Masa Aksi Kesal: Pimpinan Pemda Paniai Sepi di Kantor



Massa Akasi penolakan penambangan ilegal di sepanjangan kali degeuwo/Foto: Yudas Tubou Nawipa/KM


Gabungan Masa aksi  yang di motori oleh mahsiswa menyesal Ketua DPRD dan Bupati paniai tak menerima aspira penolakan penambangan emas illegal.


Telah melakukan aksi demo damai pada pekan lalu, (1/02/2017) di titik kumpul masa aksi,  jalan baru, ujung lapangan enaotali menuju ke Kantor DPRD paniai di madi.  


Hal ini, Yosafat Mai Muyapa bahwa seluruh elemen rakyat paniai sangat kecewa dengan pimpinan lembaga eksekutif dan legislative tidak partisipasi dalam terima aspira penolakan pendulangan emas di degeuwo itu,”lihatnya.


Terjadi itu, muyapa dapat mencurigai bahwa pimpinan brokrasi adalah salah satunya actor perampas, merusak lingkungan alam hidup dan terjadi pelanggaran HAM di areal penambangan adalah pemda paniai,”Jelasnya. 


“Karena, hanya ajuhkan keluan rakyat saja larikan diri dari kantor dan keaktifan kantor sepi,”Kesalnya. 


Lanjutnya,  ia sangat sayangkan hak ulayat di degeuwo areal pendulangan emas distrik bayabiru, kab paniai  telah korbang dan sedang menderita diatas kekayaannya sendiri. 


Maka, pemda segera hentikan dedikasi pengusaha ekprorasi penambangan illegal di degouwo itu. 


Lanjut ia lagi, adanya pengusaha masuk di degeuwo adalah kembangakan konflik social dan perampasan kekayaan atau kekurasakan lingkungan bukan mensejahtrakan hak ulayat.


Kami menuntut pemda paniai tegas bahwa segera selesaikan persoalan penambangan illegal di degeuwo ini,”Harapnya. 


Tambanya,  tugas Mahasiswa sebagai control social sehingga bersama hak ulayat siap kawal hingga masalah pengurasan emas degeuwo sampai di hentikan,”Komitnya. 


Ia Katakan juga, Pemda paniai harus mengerti keberadaan masyarakat. karena yang kuasa untuk hentikan masalah ini adalah pemda paniai bukan lagi rakyat. Sebab, pemda paniai punya perdasus dan perdasi yang proteksi di lingkup kab paniai ini.”tutupnya.   


By. Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Paniai (FKM-KP) Se-Jayapura sekaligus Koorlap  Demo di tuntut penolakan penambangan emas Ilegal di sepanjang kali degeuwo. (Yosafat Mai Muyapa)

Bisu Air Mata Alam


Foto: Ilustrasi/Maii Muyapa


Oleh : Yosafat Mai Muyapa

kolega apa salaku
Sobat apa dosaku
Sahabat apa kejelekan terhadapmu

Lamanya, Siri berganti senja tiba petang terbenam
Tak terhenti permandian hujan deras

Kenapa ka di sakitiku?

Akulah alam pelindungmu
Akulah alam pemeliharamu
Akulah budimu Dan akulah sumber hidupmu
Alies sang Alam.

Cukuplah…cukuplah
lampau basahi air mataku di tanah perma pesona ini
Walau diriku menyakiti,
biarlah Air mataku berharga bagimu
kebutuhan hidupmu
kesenangan perutmu

tetapi aku hanya tergarap Pencipta
mengasihi dia pengkihanatku
sebab, dia ulah tanpa susila

Aku Hanya  berdoa.
Air mataku merupakan satu-satunya cara bagimana mata alam berbicara ketika bibir tak mampu menjelaskan apa yang membuatku terlukai dan ulahmu ku sangat tersiksai. Namun, itu biarlah mengasihi mereka agar dipulih kembali.

 


Jadilah Ramah-Mu


foto: Dock Maii Muyapa/KM
Oleh : Maiii Muyapa

Pada umumnya, manusia diciptakan oleh Tuhan Allah, hidup dan  kehidupan manusia berawal dan berakhir telah takdir oleh Pencipta-Nya sendiri. 

Sehingga, Manusia jangan anggap remehkan kebijaksanaan yang telah kita miliki. Karena, Tuhan berikan manusia “Akal Budi” lalu segala pengalaman menjadi (Pengetahuan) kita. 

Justru itu, Budi dan Pengetahuan manusia lahir untuk demi manusia dan manusia lahir untuk manfaatkan semesta kekayaan alam dunia untuk mengelolah dan menikmati selagi hidup dan kehidupan manusia.

Manusia bukan lahir untuk membunuh manusia dan bukan juga niatnya merampas milik kekayaan  orang lain. Tetapi, cukuplah apa yang dimiliki itu lalu menjaga dan pulihkan dan kandangkan di sekitar kita.          

Agar turuti penjelasan Firman. Mengatakan “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. (Yabus 3:17)”

Memurnikan diri adalah langka pintas untuk kendalikan segala tindakan kejahatan duniawi. Tapi, jangan memurnikan diri dari tindakan kejahatan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Karena, dirinya mudah terjebak dan segera bercenderung hidup dari kemurnian itu.   

Damaikan hati sebelum itu jika kita mendamaikan situasi kekacauan dunia. Karena, agar upaya untuk mendamaikan situasi dapat mengatasinya.

Tak mungkin dapat terjerat hukum tilang dalam proses kehidupan berjalan  dari bentuk karma kita. Bila, kita optimis turuti pada Hukum, baik itu Hukum dogmatis, hukum adat, dan hukum pemerintah.  

Barang siapa hidup dalam tulut seperti ramah. Bagi dialah akan miliki jadi peramah dunia dan jalani hidup ke arah mulus dan penjuruh diri dan sesama. 

Penulis: Belajar Untuk Berkarya, (Mai Muyapa)

PercayaKu



Foto: Pribadi Agus Nawipa/KCCM
Oleh: Agus M. Nawipa

Opini, (KCCM)—percaya dan yakin bahwa dalam nafas hidup saya yang telah melekat kelemahan dan kelebihan saya. Aku percaya ini kelemahan dalam tiap aktivitas sehari-hari, baik itu melalui karakter,  ketrampilan, tutur kata dllnya. 

Saya pergi ke kampus begitu banyak pertimbangan yang secara pribadi pertimbangkan. Namun, setelah sampai di kampus saat terima mata kuliah tadinya begitu banyak timbangan akan menjadi biasa. Maka, yang terpenting giat untuk partisipasi dalam proses pendidikan  dengan semangat dalam situasi tertentu. 

Berdasarkan itu, jangat anggap remeh sebelum mencoba suatu upaya kita. Tetapi, setelah mencobanya lalu mengevaluasi hasil pekerjaan kita agar hasil upaya kita memadai dan merasakan sendirinya.  

Niat tinggi menjadi bijaksana orator publik andalan. Tapi, aku percaya bahwa gaya ucapan, mengatur intonasi dalam tutur katanya  tidak begitu bersistematis secara ejaang   di baku.

Justru itu, barangkali saya siap terima kebobotan bahasa atau kemampun berbahasa yang mampu menyakinkan pada sesama. Karena, kemauan yang saya miliki tetap untuk memperjuangkan hingga juru bicara publik. 

Dalam pekerjaan apapun bila manusia bergerak tangan untuk focus mengerjakan pada pekerjaan tersebut itu tentu bahwa sesuai upaya hasilpun tetap mendapatkan.  Asalkan manusia harus rajin mengerjakan, salah satunya adalah rajin untuk belajar maka sebuah prestasi kita tetap aakan menuntas. 

Mewujubkan Segala harapan sebagai calon pemimpin masa depan akan tiba ketika diri pribadinya bersungguh-sungguh untuk belajar. Karena, persiapan demi masa depan kerjakan atau belajar dari sekarang masa depan hanya menentukan. Itulah perubahan muliah. 

Tuhan menciptakan manusia secara sempurna dan mempunyai akal budi dan instang naluri yang sehat lalu manusia merencanakan sebanyak rancangan  hanya yang terjawab rencana Tuhan. 

Penulis: Mahasiswa Univercitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Papua.